OTONOMI DAERAH: ANTARA DEMOKRATISASI DAN POLITIK BIROKRASI

  • Basuki A
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

UU No. 5 Tahun 1974, sebagai indikator pengatur otonomi daerah tidak terlepas dari ambivalensi kepentingan. Di satu sisi hendak mengangkat kepentingan rakyat (daerah), disisi lain juga mencerminkan adanya kepentingan penguasa (pusat). Dus, tolak tarik semangat demokrasi dan birokrasi. Demokrasi merupakan sebuah konsep, ajaran sekaligus azas yang bersifat relatif, kontekstual dan dinamis. Penyelenggaraan otonomi daerah dilaksanakan secara nyata dan bertanggungjawab sesuai dengan arah pemilihan politik dan kesatuan bangsa. Kadar penerapan prinsip demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintah di daerah dapat diukur melalui variabel fungsi, diskresi dan variabel akses.

Cite

CITATION STYLE

APA

Basuki, A. (1997). OTONOMI DAERAH: ANTARA DEMOKRATISASI DAN POLITIK BIROKRASI. Perspektif, 2(1), 23. https://doi.org/10.30742/perspektif.v2i1.125

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free