Abstract
Kabupaten Manggarai Timur memiliki pantai dengan hutan mangrove yang luas, yakni di Kecamatan Borong, Kelurahan Rana Loba pantai Cepi Watu. Sesuai dengan RTRW Kabupaten Manggarai Timur, pantai Cepi Watu diperuntukan sebagai kawasan wisata alam. Hutan mangrove dimanfaatkan sebagai sebuah kawasan wisata yang mengembangkan perekonomian masyarakat sekitar. Kawasan ini memiliki potensi biota seperti biawak, kerang, udang, ikan dan burung, namun belum dioptimalkan. Oleh karena itu perlu dirancang kawasan wisata mangrove dengan pendekatan arsitektur ekologi. Penggunaan konsep arsitektur ekologi dalam perancangan Kawasan wisatan mangrove di pantai Cepi Watu untuk menjaga keselarasan antara manusia dengan lingkungan alam, mengurangi polusi, pemanfaatan energi terbarukan serta mengedepankan penggunaan material lokal. Konsep ekologi akan ditampilkan pada bentuk, penataan lingkungan dan penggunaan material yang ramah lingkungan. Penggunaan konsep arsitektur ekologi yang diterapkan pada fasilitas-fasilitas dalam kawasan wisata mangrove antara lain meletakan bangunan sesuai dengan potensi dan arah edar matahari, menerapkan biotank untuk sistem plumbing pada bangunan terapung, menggunakan sollar panel untuk pencahayaan buatan, dan menggunakan material kayu dan bambu sebagai material lokal yang ramah lingkungan
Cite
CITATION STYLE
Putra, L. A. X., Jerobisonif, A., & Nday, R. U. (2024). Perancangan Kawasan Wisata Mangrove Di Pantai Cepi Watu Borong Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi. GEWANG: Gerbang Wacana Dan Rancang Arsitektur, 6(2), 142–149. https://doi.org/10.35508/gewang.v6i2.19483
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.