Abstract
Pendahuluan: lansia merupakan seorang dewasa sehat yang mengalami proses perubahan menjadi seorang yang lema dan rentan yang diakibatkan karena kurangnya sebagian besar cadangan sistemfisiologis dan meningkatnya kerentanan terhadap berbagai penyakit dan kematian. Tujuan: mengetahui faktor yang berhubungan dengan kunjung lansia di posbindu lansia. Metode; Jenis penelitian kuantitatif dengan Survei analitik, menggunakan pendekatan Cross sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 60 yang lansia. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Metode non random sampling dengan menggunakan tehnik Total Sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dukungan emosional dan kebutuhan berhubungan signifikan dengan pemanfaatan posbindu lansia. Sedangkan dukungan keluarga, dukungan kader dan media informasi dalam uji statistik tidak berhubungan dengan pemanfaatan posbindu pada lansia. Dukungan emosional lansia paling berpengaruh terhadap penggunaan posbindu lansia, dengan nilai signifikan (sig.=0,003) atau p<0,015 dan xp(B)=5.935. Kesimpulan: bahwa dukungan emosional lansia terhadap posyandu merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam pemanfaatan posyandu. Semua pihak diharapkan saling mendukung dan membantu, memotivasi dan mendampingi serta mendampingi lansia untuk selalu memanfaatkan posyandu lansia secara rutin dan berkesinambungan.
Cite
CITATION STYLE
Astriani, A., Syafar, M., & Azis, R. (2021). Hubungan Faktor Perilaku Dengan Kunjungan Lansia Di Posbindu Lansia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 452–461. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.630
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.