Kemiskinan dalam Perspektif Fungsionalis (Studi Kasus Kampung Nelayan Cilincing)

  • Miftahul Fikri
  • Cahyo S
  • Deviani N
N/ACitations
Citations of this article
30Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Mengulas kemiskinan yang terjadi di Kampung Nelayan Cilincing dengan menggunakan perspektif fungsionalis. penulis menggunakan metode penelitian kualitatif sebagai pendekatan utama. Dalam kerangka metode kualitatif, salah satu teknik yang diadopsi adalah wawancara mendalam. Wawancara mendalam memungkinkan peneliti untuk menggali sudut pandang dan pengalaman pribadi dari sejumlah warga yang menjadi subjek penelitian. Dalam proses wawancara, para partisipan memiliki kesempatan untuk berbicara secara terbuka dan mendalam tentang pandangan mereka terhadap isu kemiskinan yang diteliti. Kemiskinan yang terjadi memberikan manfaat secara tidak langsung bagi pihak luar, seperti dijadikan sebagai tempat penelitian, pemberian bantuan atau dana, serta program-program lainnya yang menunjang. Dalam perspektif fungsionalis, kemiskinan tidak selalu harus dihilangkan, sebab dengan adanya stratifikasi sosial, pembagian kerja dapat dipertegas demi keutuhan sistem sosial di masyarakat. Eksistensi kemiskinan akan selalu ada, kecuali bila kemiskinan tersebut sudah tidak mempunyai fungsi di masyarakat. kemiskinan ini bisa diminimalisasi tanpa menghilangkan perannya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Miftahul Fikri, Cahyo, S. D., & Deviani, N. (2023). Kemiskinan dalam Perspektif Fungsionalis (Studi Kasus Kampung Nelayan Cilincing). Saskara : Indonesian Journal of Society Studies, 3(2), 59–78. https://doi.org/10.21009/saskara.032.04

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free