Pala dan Cengkeh Di antara Jejak Sejarah, Batik dan Identitas

  • Denissa L
N/ACitations
Citations of this article
78Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pala dan Cengkeh merupakan tanaman asli Indonesia, tumbuh di kepulauan Banda dan Maluku (Siswanti 2022). Keduanya adalah komoditas rempah bernilai fantastis abad 15 di perdagangan dunia, satu kilogram pala atau cengkeh  setara satu kilogram emas murni menjadi primadona yang sangat diincar bangsa-bangsa. Spanyol, Portugis, Belanda dan Inggris berlomba melakukan strategi pelayaran berbulan-bulan hingga tahunan  untuk menemukan sumber rempah, memonopoli perdagangan dan merenggut keuntungan besar. Pala dan cengkeh telah menjadi identitas Maluku, ironisnya identitas inilah justru yang mengantar bangsa Eropa melakukan penjajahan. Pala dan cengkeh saat itu menjadi primadonna karena kedigdayaannya yang ampuh dalam pengadaan makanan, kosmetika dan kesehatan. Jejak sejarah ini ditorehkan dalam motif batik untuk melanggengkan identitas Maluku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksplanatif terhadap fenomena rempah Nusantara yang terjadi di masa lampau dan upaya masyarakat mempertahankan identitas dalam bentuk batik. Tujuan penelitian ini adalah menanamkan kesadaran generasi muda dan meletakkan kembali pala dan cengkeh sebagai komoditas yang bernilai internasional. Mengekstraksi manfaat pala dan cengkeh dan meningkatkan promosi motif batik ke depannya akan menumbuhkan dan mengembangkan semangat identitas kolektif yang sama. Batik Pala dan Cengkeh memiliki landasan sejarah yang kuat ke depannya akan mengokohkan identitas warisan kemanusiaan untuk budaya lisan non bendawi yang ditetapkan oleh Unesco.

Cite

CITATION STYLE

APA

Denissa, L. (2022). Pala dan Cengkeh Di antara Jejak Sejarah, Batik dan Identitas. Humanitas (Jurnal Psikologi), 6(1), 63–80. https://doi.org/10.28932/humanitas.v6i1.4561

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free