Deteksi Kadar Transforming Growth Factor (Tgf-Β) Pada Luka Akut

  • Wulandari P
  • Hutagalung M
  • Perdanakusuma D
N/ACitations
Citations of this article
145Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar Belakang. TGF-β merupakan growth factor yang paling dominan dalam peningkatan sintesis kolagen, memiliki peran utama pada penyembuhan luka dengan menstimulasi fibroblas sehingga menimbulkan penyembuhan dan berperan serta dalam pembentukan parut, baik itu parut normal maupun abnormal seperti parut hipertrofik dan keloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar TGF-β pada fase penyembuhan luka.Metode. Penelitian eksperimental ini menggunakan randomized post test only control group design. Dua belas luka akut kulit tikus dirandomisasi menjadi dua kelompok, dimana kelompok 1 diambil spesimen pada hari ke-5 dan kelompok 2 pada hari ke-21 dan dilakukan pemeriksaan ELISA untuk mengukur kadar TGF-.Hasil. Pengukuran kadar TGF-β pada luka akut kulit tikus didapatkan jumlah yang meningkat secara signifikan dari hari ke-5 (fase inflamasi) ke hari ke-21 (fase proliferasi) dengan nilai p = 0,003. Kesimpulan. Terjadi peningkatan kadar TGF- pada akhir fase proliferasi atau awal fase remodelling. Hal ini menyebabkan peningkatan proliferasi fibroblas untuk mensintesis kolagen yang nantinya dapat menjadi parut hipertrofik dan keloid.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wulandari, P., Hutagalung, M., & Perdanakusuma, D. (2021). Deteksi Kadar Transforming Growth Factor (Tgf-Β) Pada Luka Akut. Jurnal Rekonstruksi Dan Estetik, 6(1), 1. https://doi.org/10.20473/jre.v6i1.28225

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free