Abstract
Kurang aktivitas fisik dan konsumsi air putih merupakan faktor yang dapat menyebabkan konstipasi. Aktivitas fisik yang kurang akan mengurangi pergerakan peristaltik usus, sedangkan konsumsi air putih yang kurang akan meningkatkan respons regang lambung dan meningkatkan ambilan air feses dalam kondisi hidrasi yang rendah. Penelitian ini dirancang secara analitik observasional dan menggunakan metode cross-sectional dengan 89 responden. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) pada bulan Maret–April 2022. Untuk mengukur variabel tingkat aktivitas fisik, kuesioner International Physical Activity Questionnaires (IPAQ) digunakan, angka kecukupan cairan harian Kemenkes RI digunakan, dan kuesioner Patient Assesment of Constipation-Symptoms (PAC-SYM) digunakan. Responden penelitian ini sebagian besar terdiri dari perempuan (74%). Konsumsi cairan harian sebagian besar berada di kategori rendah (94%). Responden dalam penelitian ini memiliki tingkat aktivitas fisik ringan (38%) dan aktivitas fisik sedang (42%), sedangkan dengan aktivitas fisik berat hanya 20%. Hasil analisis dua arah menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna jumlah konsumsi air (p=0,156) dan aktivitas fisik (p=0,675) dengan terjadi konstipasi. Simpulan studi, yaitu pada mahasiswa FK Unisba tidak ada hubungan aktivitas fisik dan konsumsi air dengan kostipasi
Cite
CITATION STYLE
Sugiantoro, M. I., Surialaga, S., & Putri, M. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik dan Konsumsi Air dengan Konstipasi pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Islam Bandung. Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains, 5(2), 150–154. https://doi.org/10.29313/jiks.v5i2.11758
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.