POTENSI LIMBAH KULIT JERUK NIPIS (Citrus auronfolia) SEBAGAI INHIBITOR TIROSINASE

  • Hindun S
  • Rusdiana T
  • Abdasah M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
307Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hiperpigmentasi merupakan kelainan kulit wajah yang umum terjadi, terutama karena adanya peningkatan melanogenesis, dengan gambaran berupa warna kulit menjadi hitam atau coklat kehitaman. Kelainan ini terdapat pada beberapa macam penyakit kulit diantaranya melasma, melanoderma paska inflamasi, lentigo solaris dan freckles. Salah satu prinsip penanganan hiperpigmentasi yaitu menghambat sintesis melanin yang dapat dilakukan dengan menggunakan agen depigmentasi yang mekanisme kerjanya menghambat aktivitas enzim tirosinase. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi kulit jeruk nipis sebagai inhibitor tirosinase. Kulit jeruk nipis diektraksi dengan etanol 96 %, identifikasi flavonoid, menghitung flavonoid total, kemudian diuji inhibisi tirosinase menggunakan instrumen microplate reader (ELISA). Hasil penelitian ekstrak kulit jeruk mengandung flavonid, dengan total flavonid totalnya 0,667 % b/b dan inhibition concentration (IC) 50 42,11 mg/mL, Kulit jeruk berpotensi sebagai inhibisi tirosinase.Kata kunci:    Citrus auronfolia, Hiperpigmentasi, IC50, Tirosinase

Cite

CITATION STYLE

APA

Hindun, S., Rusdiana, T., Abdasah, M., & Hindritiani, R. (2017). POTENSI LIMBAH KULIT JERUK NIPIS (Citrus auronfolia) SEBAGAI INHIBITOR TIROSINASE. Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology, 4(2), 64. https://doi.org/10.15416/ijpst.v4i2.12642

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free