Efektivitas Terapi Zikir Istighfar untuk Mengurangi Gejala Gangguan Stres Pascatrauma Pada Istri Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga

  • Kartikasari M
  • Nashori F
N/ACitations
Citations of this article
151Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kekerasan yang dialami oleh istri dapat menyebabkan munculnya gejala gangguan stres pascatrauma. Intervensi untuk mengatasi gangguan stres pascatrauma telah banyak dipublikasi. Namun masih sedikit penelitian yang menggunakan terapi spiritual islami. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas terapi zikir istighfar dalam menurunkan gejala gangguan stres pascatrauma pada istri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Partisipan pada penelitian ini adalah 10 orang istri yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga yang dibagi ke dalam kelompok perlakuan (n=5) dan kelompok kontrol (n=5). Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain QUAN+qual. Pengumpulan data dilakukan dengan skala The PTSD Checklist for DSM-5 (PCL-5) yang memiliki 4 aspek dalam penilaian gangguan stres pascatrauma, observasi dan wawancara. Hasil dari analisis Wilcoxon Sign Rank Test menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan terapi zikir istighfar efektif dalam menurunkan gangguan stress pascatrauma setelah ada waktu untuk menghayati dan mempraktikkan secara mandiri. Hal ini didukung dengan hasil analisis kualitatif yaitu munculnya ketenangan hati dan kesadaran diri akan kesalahan yang dilakukan di masa lalu pada masing-masing partisipan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kartikasari, M., & Nashori, F. (2022). Efektivitas Terapi Zikir Istighfar untuk Mengurangi Gejala Gangguan Stres Pascatrauma Pada Istri Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Psychopolytan : Jurnal Psikologi, 5(2), 83–98. https://doi.org/10.36341/psi.v5i2.1942

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free