UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KLIKA FALOAK (Sterculia quadrifida R.Br) DENGAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl)

  • Amin A
  • Wunas J
  • Anin Y
N/ACitations
Citations of this article
467Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol klika faloak dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit batang faloak terhadap radikal bebas DPPH berdasarkan nilai IC50. Klika faloak diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol dan dibuat dalam 5 seri konsentrasi yaitu 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, 80 ppm dan 100 ppm. Ekstrak diuji terhadap DPPH (2,2-diphenyl-1-picrihidrazyl) sebagai radikal bebas dan diukur pada panjang gelombang 516 nm dengan absorbansi 0,640 menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Kemampuan antioksidan diukur sebagai penurunan absorbansi larutan DPPH setelah penambahan ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol klika faloak (S. quadrifida R.Br) mempunyai aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 4, 8101 ppm dan vitamin C sebagai kontrol positif mempunyai aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 3,4873 ppm. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol klika faloak (S. quadrifida R.Br) memiliki aktivitas antioksidan yang lebih lemah dibandingkan dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Kata kunci : Antioksidan, klika faloak (Sterculia quadrifida R.Br), metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Radikal bebas (free radical) adalah suatu senyawa atau molekul yang mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbital luarnya. Adanya elektron yang tidak berpasangan menyebabkan senyawa tersebut sangat reaktif mencari pasangan dengan cara menyerang dan mengikat elektron molekul yang berada disekitarnya. Akibatnya yaitu gangguan fungsi sel, kerusakan struktur sel, molekul termodifikasi yang tidak dapat dikenali oleh sistem imun, dan bahkan mutasi. Semua bentuk gangguan tersebut dapat memicu munculnya berbagai penyakit seperti penyakit degeneratif hingga kanker. Oleh sebab itu, tubuh kita memerlukan suatu substansi penting, yakni antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan meredam dampak negatifnya (Winarsi, 2007). Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif. Akibatnya, kerusakan sel dapat dihambat (Winarsi, 2007). Berdasarkan sumbernya, antioksidan dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu antioksidan alami dan antioksidan sintesis. Namun adanya kekhawatiran terhadap efek samping antioksidan sintetik menjadikan antioksidan alami sebagai alternatif yang terpilih (Trilaksani, 2003). Berdasarkan penelitian Atta-Ur-Rahman (2001), senyawa-senyawa yang mempunyai potensi sebagai antioksidan umumnya merupakan senyawa flavonoid, fenolat dan alkaloid. Senyawa flavonoid dan polifenolat bersifat antioksidan, antidiabetes, antikanker, antiseptik dan antiinflamasi, sedangkan alkaloid mempunyai sifat antineoplastik yang juga ampuh menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami adalah Faloak (S. quadrifida R.Br). Faloak merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagian pohon Faloak yang sering digunakan adalah kulit batang (klika). Oleh masyarakat NTT, klika Faloak dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti hepatitis, diabetes dan gangguan pencernaan. Klika Faloak mengandung senyawa antioksidan alami yaitu flavonoid dan senyawa fenolik yang mampu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas (Siswadi et al, 2013). Adanya kandungan zat aktif tersebut maka diperlukan suatu kajian mengenai aktivitas antioksidan dari klika Faloak. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol klika faloak (S. quadrifida R.Br) dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Metode DPPH merupakan suatu metode untuk menentukan aktivitas antioksidan dalam sampel dengan melihat

Cite

CITATION STYLE

APA

Amin, A., Wunas, J., & Anin, Y. M. (2016). UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KLIKA FALOAK (Sterculia quadrifida R.Br) DENGAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 2(2), 111–114. https://doi.org/10.33096/jffi.v2i2.180

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free