Abstract
Abstrak Indonesia sebagai Negara yang beriklim tropis memiliki areal perkebunan kelapa yang luas yang menghasilkan buah, daun dan kayu serta limbah. Limbah sabut kelapa seringkali diabaikan dan tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Daging buah adalah komponen utama buah kelapa, sedangkan serat sabut, tempurung, dan air buah merupakan hasil samping. Sebagian besar petani hanya membuang sabut kelapa atau sebatas untuk kerajinan tangan, sapu, keset dan tali tambang. Oleh karena itu perlu sentuhan teknologi agar sabut kelapa dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Penelitian ini merupakan pemanfaatan limbah serat sabut kelapa dijadikan produk tas kantor wanita dengan teknologi komposit. Lembaran sabut kelapa (leskap) dengan teknologi komposit dilakukan dengan penggabungan serat sabut kelapa dengan karet alam yang di pres selama 30 menit dengan suhu 100 o c. Desain tas dibuat beberapa alternatif yang selanjutnya dilakukan seleksi konsep dan dilakukan penilaian konsep dengan skoring. Hasil seleksi konsep didapat : (a) Konsep desain 5 yang selanjutnya dijadikan sebagai desain A; (b) Konsep desain 8 yang selanjutnya dijadikan sebagai desain B; (c) Konsep desain 10 yang selanjutnya dijadikan sebagai desain C; (d) Konsep desain 3, 6, 7 digabung yang selanjutnya dijadikan desain D. Sedangkan konsep desain 1, 2 dan 9 di tolak dan tidak diikutkan dalam penilaian konsep dengan skoring. Berdasarkan skoring terpilih konsep desain D dengan nilai 3,0. Spesifikasi tas wanita yang terpilih adalah : (a) Model tas multifungsi, jinjing dan cangklong; (b) Warna tas hitam dan coklat; (c) Terdapat tutup pengaman bagian atas; (d) Lebar atas 23 cm; (e) Lebar bawah 30 cm; (f) Panjang 30 cm; (g) Panjang tali slempang 120 cm; dan (h) Panjang tali jinjing 23 cm. Kata kunci : hot press , leskap, skoring, seleksi konsep, tas wanita PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai Negara yang beriklim tropis memiliki berbagai jenis tanaman. Salah satu tananam yang banyak ditanam adalah pohon kelapa yang tumbuh di berbagai penjuru nusantara. Seluruh bagian tanaman kelapa dapat dimanfaatkan mulai dari buah, daun dan kayu (Mahmud dan Ferry, 2005). Sebagai hasil samping, serat sabut kelapa hanya dimanfaatkan untuk produk tradisional seperti keset, sapu dan lain sebagainya (Sudarsono, et al., 2010). Serat kelapa sebagai salah satu serat alami memiliki kelebihan yaitu kuat, elastis, tahan terhadap peruraian mikroba, tahan terhadap salinitas, biodegradable dan banyak tersedia di alam (Wildan, 2010). Pohon kelapa memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan dan belum diolah dengan maksimal oleh masyarakat Indonesia terutama limbah sabut kelapa. Sebagian besar petani hanya membuang sabut kelapa begitu saja tanpa diolah. Oleh karena itu perlu sentuhan teknologi agar sabut kelapa dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Indonesia memiliki lahan kebun kelapa yang sangat luas dan limbah sabut kelapa tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, dengan total produksi kelapa di Indonesia diperkirakan sebanyak 14 milyar butir kelapa per tahun, jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil kelapa terbasar di dunia (Bahtiar, 2012). Setiap butir kelapa
Cite
CITATION STYLE
Purnomo, H., Janari, D., & Yudianto, T. A. (2014). DESAIN TAS KANTOR WANITA BERBAHAN LEMBARAN SABUT KELAPA (LESKAP). SPEKTRUM INDUSTRI, 12(1), 53. https://doi.org/10.12928/si.v12i1.1649
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.