Peningkatan Kadar Kemanisan Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) melalui Pemberian Kalium dan Kadar Air

  • Zoelmy R
  • Maghfoer M
N/ACitations
Citations of this article
57Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Unsur K termasuk unsur hara esensial yang mendukung proses fisiologis jagung manis. Beberapa proses fisiologi bergantung pada K, seperti pengaturan stomata dan fotosintesis. Selain itu pada saat jagung manis berada pada kondisi kekeringan, K mengatur pembukaan stomata dan membantu tanaman beradaptasi dari kondisi level air yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keterkaitan faktor dosis kalium dan level kapasitas lapang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga April 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial terdiri dari 2 faktor  dan 3 ulangan. Faktor pertama adalahdosis pupuk kalium (KCl) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: 50 kg ha-1 (K50), 100 kg ha-1 (K100), 150 kg ha-1 (K150), dan 200 kg ha-1 (K200 ). Faktor kedua adalah kapasitas lapang dengan 3 taraf yaitu:100% kapasitas lapang  (KL100), 75% kapasitas lapang (KL75), dan 50% kapasitas lapang (KL50). Saat 45 hst (hari setelah tanam), perlakuan 150 kg ha-1 kalium meningkatkan total bobot kering jagung manis sedangkan  perlakuan 75% kapasitas lapang berpengaruh pada kerapatan stomata. Sementara itu, perlakuan 100% kapasitas lapang dapat meningkatkan level kemanisan di jagung manis saat berumur 76 hst.

Cite

CITATION STYLE

APA

Zoelmy, R. U., & Maghfoer, Moch. D. (2024). Peningkatan Kadar Kemanisan Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) melalui Pemberian Kalium dan Kadar Air. Agro Bali : Agricultural Journal, 7(1), 146–154. https://doi.org/10.37637/ab.v7i1.1405

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free