Abstract
Hidroponik merupakan cara bercocok tanam dengan menggunakan media larutan air dan atau media selain tanah. Salah satu media pengganti tanah adalah limbah tebu. Bagase (limbah tebu) merupakan residu yang diperoleh dari proses penggilingan tanaman tebu (Saccharum oficiarum). Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah memberi pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat Sidorejo untuk bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik dengan memanfaatkan limbah tebu menjadi media tanam hidroponik sebagai upaya pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Sasaran utama program PKM ini adalah kelompok PKK Gampong Sidorejo. Metode yang digunakan meliputi ceramah, praktik langsung, dan diskusi. Hasil kegiatan memyimpulkan bahwa: 1) Pengetahuan peserta tentang budi daya hidroponik menggunakan limbah tebu meningkat sekitar 20%; 2) Kegiatan ini telah memberi manfaat bagi masyarakat Sidorejo, khususnya ibu-ibu PKK dengan meningkatnya keinginan peserta untuk mengikuti pelatihan serupa sekitar 98%; dan 3) Bertanam sistem hidroponik dapat dijadikan sarana penyaluran hobi, kesehatan, dan dapat dikembangkan menjadi skala bisnis.
Cite
CITATION STYLE
Mardina, V., Fitriani, ., & Muslimah, . (2019). Sosialisasi Sistem Penanaman Hidroponik Limbah Tebu di Gampong Sidorejo, Langsa, Aceh. Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 135–140. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.5.2.135-140
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.