Representasi Budaya Keraton Yogyakarta dalam Patung “Bedhaya Kinjeng Wesi " Karya Ichwan Noor

  • Jessica Permata Sari
  • Itsnaini Rahmadilla
  • Muh. Rain Rosidi
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini membahas representasi budaya Keraton Yogyakarta yang diwujudkan dalam patung “Bedhaya Kinjeng Wesi “ oleh seniman  Ichwan  noor.  Karya  ini  mengeksplorasi  tarian Bedhaya Semang Yogyakarta sebagai sumber ide penciptaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan analisis bersifat induktif. patung “Bedhaya Kinjeng Wesi “ oleh seniman  Ichwan  Noor.  Karya  ini  mengeksplorasi  tarian Bedhaya Semang Yogyakarta sebagai sumber ide penciptaan. Karya patung Bedhaya Kinjeng Wesi memberikan unsur sentuhan budaya Keraton Yogyakarta  dan mengaplikasikan unsur estetika dengan memenuhi tiga aspek mendasar dalam karya seni, yakni: Wujud (rupa), Bobot (isi), dan Penampilan (penyajian). Selain itu juga menerapkan prinsip-prinsip seni rupa yakni penggunaan garis, bidang, warna, bentuk dan lainnya yang dikomposisikan dengan baik.Karya patung Bedhaya Kinjeng Wesi dimaknai sebagai bidadari yang turun ke bumi simbolisasi gerakan pesawat terbang.  Visualisasi gerakan tari Bedhaya Kinjeng Wesi memperlihatkan puluhan bidadari atau penari berwarna perak luwes menari sebagai wujud sambutan hangat dari Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa  Karya patung Bedhaya Kinjeng Wesi  menyajikan bentuk penari dengan bagian tubuh  yang  berbeda-beda sebagai  bentuk  futurisme untuk  menunjukkan gerak simultan di dalam karya. Selain itu, sayap-sayap pada penari mempresentasikan bentuk capung atau kinjeng sekedar aksentuasi dari kinjeng wesi yang diartikan serangga yang bisa terbang. Karya menunjukkan bagaimana pesawat udara menjadi bagian dari konsep karya seolah-olah pesawat itu adalah capung yang terbuat dari logam yang bisa melayang atau terbang sehingga ditambahkan objek sayap sebagai simbol dari kinjeng.

Cite

CITATION STYLE

APA

Jessica Permata Sari, Itsnaini Rahmadilla, & Muh. Rain Rosidi. (2024). Representasi Budaya Keraton Yogyakarta dalam Patung “Bedhaya Kinjeng Wesi " Karya Ichwan Noor. IKONIK : Jurnal Seni Dan Desain, 6(02), 98–106. https://doi.org/10.51804/ijsd.v6i02.16638

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free