Makna Komunikasi Simbolik Tope Le’leng Dalam Tradisi Masyarakat Suku Kajang Kabupaten Bulukumba

  • Ni’ma Tuljanna A
  • S A
  • Zelfia Z
N/ACitations
Citations of this article
53Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna komunikasi simbolik tope le’leng dalam tradisi masyarakat suku kajang kabupaten Bulukumba. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan model analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman. Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dan observasi sedangkan data sekunder diperoleh dengan menelaah dokumen dan literatur yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna tope le’leng yang diyakini oleh masyarakat kajang adalah kejujuran. Masyarakat memaknai tope le’leng sebagai identitas diri dan bagian dari kehidupan mereka. Tope le’leng merupakan ciri khas dan sesuatu yang sakral sehingga tidak bisa ditinggalkan oleh masyarakat kajang. Selain itu terdapat nilai budaya yang melekat pada tope le’leng. Nilai budaya yang terdapat pada topr le’leng yaitu kesetaraan dan kesederhanaan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ni’ma Tuljanna, A., S, A., & Zelfia, Z. (2023). Makna Komunikasi Simbolik Tope Le’leng Dalam Tradisi Masyarakat Suku Kajang Kabupaten Bulukumba. RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI, 4(1), 54–59. https://doi.org/10.33096/respon.v4i1.163

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free