Analisis Penyebab Kekalahan DJP dalam Sengketa Pengadilan Pajak: Studi Kasus Pembuktian pada Putusan PUT-000094.18/2020/PP/M.XIVA

  • Muhammad Jusuf
  • Riska Lailatul Fitri
  • Sharah Agastya
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tingginya tingkat kekalahan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam sengketa di Pengadilan Pajak menunjukkan adanya persoalan mendasar pada aspek pembuktian, salah satunya dalam penilaian Pajak Bumi dan Bangunan dalam rangka penentuan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab kekalahan DJP dalam sengketa Pengadilan Pajak melalui studi kasus Putusan Nomor PUT-000094.18/2020/PP/M.XIVA Tahun 2022 dan memberikan rekomendasi upaya perbaikan bagi DJP. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus tunggal deskriptif-evaluatif, melalui analisis putusan, regulasi penilaian pajak, serta wawancara dengan penilai pajak, penelaah keberatan, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekalahan DJP disebabkan oleh kompetensi Penilai dan Penelaah Keberatan, alat bukti, kualitas data, koordinasi internal DJP, beban kerja (kuantitas Penilai), rekrutmen Penilai, dan proses bisnis penilaian. Berdasarkan faktor-faktor ini, DJP dapat melakukan upaya perbaikan berupa perbaikan proses bisnis penilaian, rekrutmen Penilai, standardisasi proses penelaahan keberatan dan penilaian, sosialisasi dan transfer knowledge, serta koordinasi internal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muhammad Jusuf, Riska Lailatul Fitri, Sharah Agastya, Silsilia Sindy Dwijayanti, Verinsa Briliana Susmawati, & Zaki Prafitra Haya. (2026). Analisis Penyebab Kekalahan DJP dalam Sengketa Pengadilan Pajak: Studi Kasus Pembuktian pada Putusan PUT-000094.18/2020/PP/M.XIVA. Jurnal Ragam Pengabdian, 3(Spesial Issue), 4416–4430. https://doi.org/10.62710/sm25as91

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free