Abstract
Latar belakang: Antropologi masih memperlihatkan ketertarikan dalam membandingkan struktur skeletal dan lokomosi antara manusia dan primata. Manusia dikatakan berkembang menjadi bipedal karena proses evolusi ribuan tahun dari primata. Metode: Penelitian ini membahas perubahan anatomi yang terjadi pada quadrupedal dan bipedalsecara umum kemudian mengkhususkan pada anatomi skeleton apendiculare, komparasinya dan hubungannya dengan lokomosi. Hasil: Terdapat perbedaan pada beberapa detil tulang antara bipedal dan quadrupedal. Kesimpulan: Bentuk tulang pada manusia bipedal dan primata quadrupedal mirip tetapi terdapat perbedaan pada ukurandan bentuk dari skeleton appendicularnya yang menyebabkan perbedaanpembagian/penerusan beban, berbedaan lokomosi dan perbedaan energi yang diperlukan untuk melakukan lokomosi.
Cite
CITATION STYLE
Wicaksono, A., & Kusumaningtyas, S. (2015). Perbandingan tulang dan lokomosi pada quadrupedal dan bipedal. Jurnal Kesehatan Khatulistiwa, 1(2), 105. https://doi.org/10.26418/jurkeswa.v1i2.42996
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.