Abstract
Penanganan pasien narkotika dan psikotropika dengan asesmen baik berupa pemeriksaan fisik, psikis, diagnosis dan rehabilitasi yang pada keputusan akhirnya apakah pasien di rawat inap atau rawat jalan pada hakikatnya semua aturan yang diberlakukan pihak manajemen Rumah Sakit Jiwa Atma Husada sesuai standar yang berlaku.Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional yang berbentuk deskriptif kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 5 orang dengan teknik pengambilan informan dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan pendekatan Milles dan Huberman. Hasil penelitian menjelaskan bahwa asesmen pemeriksaan fisik masih belum sesuai dengan S.O.P dikarenakan tidak semua pasien dilakukan pemeriksaan jantung, sedangkan pemeriksaan THT semua pasien dilakukan pemeriksaan. Asesmen pemeriksaan psikis sudah sesuai S.O.P hanya saja pasien narkotika kurang terbuka terhadap petugas terkait permasalahannya sehingga menjadi salah satu masalah yang dialami oleh petugas untuk mengetahui tingkat depresi dan rasa cemas pasien narkotika. Diagnosis dokter sudah sesuai S.O.P dan hasilnya pasien lebih banyak menggunakan opium. Rehabilitasi pasien narkotika sudah sesuai S.O.P dan rehabiltasi rawat inap paling banyak dilakukan kepada pasien narkotika. Diharapkan pihak rumah sakit memberikan gambaran secara jelas terkait pelaksanaan asesmen dan pasien hendaknya terbuka saat dilakukan asesmen.
Cite
CITATION STYLE
Farjam, H., Kusumawati, R. M., & Wahyudin, W. (2019). GAMBARAN PELAKSANAAN ASESMEN PASIEN NARKOTIKA DI RUMAH SAKIT JIWA ATMA HUSADA MAHAKAM PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2018. KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(2), 61–63. https://doi.org/10.24903/kujkm.v4i2.463
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.