Pelatihan pembuatan makan bento pada ibu-ibu pkk di Botokenceng Wirokerten Banguntapan Bantul

  • Daryanti M
  • Puspitasari E
N/ACitations
Citations of this article
27Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Budaya jajan menjadi bagian dari keseharian hampir semua kelompok usia dan kelas sosial, termasuk anak usia sekolah dan golongan remaja. Hampir semua anak usia sekolah suka jajan (91,1%), selain nilai gizi makanan jajanan yang relatif rendah, keamanan pangan makanan jajanan juga menjadi masalah. Pada dasarnya anak-anak sekolah dasar kebanyakan suka jajanan dibanding makanan berat. Untuk mencegah anak jajan sembarangan, ibu bisa membuatkannya bekal dari rumah. Bekal makanan sehat yang bisa dibawa ke sekolah bisa dibentuk dalam bento supaya anak tidak bosan dan mau membawa bekal. Bentuknya yang unik dan penuh warna bisa jadi daya tarik untuk anak. Metode pelaksanaan kegiatan menjelaskan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang dilakukan adalah penyuluhan dan pelatihan pembuatan makanan bento untuk ibu – ibu PKK. Pada pengabdian masyarakat ini dipilih pada ibu – ibu PKK di Botokenceng Wirokerten Banguntapan Bantul karena komunitas ini menginginkan pendidikan kesehatan mengenai makanan sehat untuk anak. Dengan adanya penyuluhan dan pelatihan singkat pembuatan makanan bento untuk bekal makan anak di sekolah ini diharapkan ibu – ibu yang memiliki balita paham akan pemenuhan gizi seimbang untuk balita dan anak. Selain itu diharapkan juga frekuensi anak jajan sembarangan berkurang dan membawa bekal makanan sendiri.

Cite

CITATION STYLE

APA

Daryanti, M. S., & Puspitasari, E. (2020). Pelatihan pembuatan makan bento pada ibu-ibu pkk di Botokenceng Wirokerten Banguntapan Bantul. JURNAL INOVASI ABDIMAS KEBIDANAN (JIAK), 1(1), 28–31. https://doi.org/10.32536/jpma.v1i1.68

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free