Abstract
Landasan filosofis dari konsep emanasi adalah keinginan untuk menghindarkan Tuhan dari alam yang pluralis dalam rangka memurnikan keesaan Tuhan dari segala hal yang material. Penciptaan kosmos dengan teori emanasi akan mengukuhkan pendapat bahwa alam ini qadim dalam arti mengalami penciptaan terus menerus dalam hubungannya dengan sains modern suatu kajian kritis dengan wajah dan bentuk yang berbeda-beda. Bukan qadim dalam arti bahwa ia menyamai Tuhan sang pencipta yang qadim secara azali. Teori emanasi dalam dunia sains modern menemukan relevansinya dalam teori yang mengatakan bahwa alam ini tercipta dari proses dentuman besar yang diawali dengan proses pemanasan sehingga berkembang sampai kemudian mengelurkan suara besar. Pada titik ini, konsep emanasi dapat dihubungkan dengan teori dentuman besar ini. Meskipun demikian, teori ini masih memerlukan pengkajian dan pendalaman lebih lanjut. Filsafat dan sains pada prinsipnya tidak perlu dipertentangkan. Mengingat asal muasal sains pada hakekatnya berasal dari filsafat yang merupakan induk ilmu pengetahuan. Emanasi adalah produk filsafat sementara sains adalah hasil dari pengembangan pikiran manusia yang terkait dengan kosmos.
Cite
CITATION STYLE
Yusuf, M., Al-Rasyid, H. H., & Latif, M. (2024). Kajian Kritis tentang Pemikiran Emanasi dan Hubungannya dengan Sains Modern. Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora, 10(2), 501–509. https://doi.org/10.37567/alwatzikhoebillah.v10i2.2919
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.