Abstract
Kemajuan teknologi saat ini membuat semua pekerjaan yang dilakukan tidak lepas dari penggunaan jaringan internet, baik untuk mengakses halaman situs untuk mencari informasi maupun penggunaan aplikasi sebagai media untuk bekerja. Setelah dilakukan penelitian mendalam, ditemukan bahwa manajemen dan keamanan jaringan yang digunakan pada Komisi Aparatur Sipil Negara Pancoran masih menggunakan pengaturan default, menyebabkan penggunaan internet yang kurang efisien ketika waktu kerja, juga rentan terhadap serangan dari luar. Keamanan jaringan sangat penting untuk melindungi data yang terkoneksi dalam jaringan baik dari sisi pengguna maupun dari server. Selain itu administrator kesulitan untuk mengontrol hak akses terhadap web dan aplikasi yang tidak berkaitan dengan kebutuhan organisasi atau instansi. Untuk memudahkan administrator mengontrol serta meningkatkan keamanan jaringan, maka optimalisasi penggunaan firewall fortigate 500E sangat diperlukan. Dengan mengimplementasikan metode security profiles pada perangkat fortigate tersebut, maka akan memudahkan untuk mengatur lalu lintas jaringan pada jam – jam yang sudah diatur serta meningkatkan keamanan jaringan terhadap serangan dari luar yang tidak bertanggung jawab. Dengan implementasi metode security profiles tersebut, web dan aplikasi yang tidak sesuai dengan tujuan organisasi dapat di blok secara otomatis sesuai waktu yang sudah diatur dan keamanan jaringan pada Komisi Aparatur Sipil Negara Pancoran akan terjaga. Dengan implementasi ini penggunaan internet di Komisi Aparatur Sipil Negara dapat lebih stabil dengan menentukan priority akses terhadap aplikasi yang sering digunakan.
Cite
CITATION STYLE
Arbie, F. R., & Raharjo, M. (2024). Implementasi Keamanan Jaringan dengan Metode Security Profiles menggunakan Fortigate pada Komisi Aparatur Sipil Negara. Jurnal Informatika Terpadu, 10(1), 27–34. https://doi.org/10.54914/jit.v10i1.1060
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.