Kritik Nietzsche Terhadap Kebahagiaan Eudaimonia Sokrates

  • Hendarto Y
N/ACitations
Citations of this article
33Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dalam paragraf keempat “Problem Sokrates”, Nietzsche mengkritik Sokrates atas rumusan “rasio = keutamaan = kebahagiaan” sebagai persamaan yang paling aneh dan bertentangan dengan naluri. Rumusan ini menyatakan, hanya dengan rasio, manusia dapat menentukan Kebenaran dan dengan begitu menjamin hidup yang berkeutamaan serta menjamin kebahagiaannya. Nietzsche melihat adanya masalah, karena dengan begitu segala macam bentuk naluri, insting, atau hasrat manusia disingkirkan demi mencapai Keutamaan dan akhirnya Kebahagiaan. Nietzsche memperlihatkan Kebahagiaan adalah perasaan munculnya kuasa atas kontradiksi dalam diri manusia. Di bagian lainnya, Nietzsche menunjukkan adanya keterikatan antara rasa sakit (pain) dan kesenangan (pleasure), yang menjadi penegasan selanjutnya bahwa tidak ada Kebahagiaan tanpa penolakan terhadap Kebahagiaan itu sendiri. Penelitian ini akan membahas etika eudaimonia yang bermula dari Sokrates dan kemudian dikembangkan oleh Platon. Selanjutnya, penulis akan memaparkan kritikan Nietzsche terhadap konsep Kebahagiaan dalam etika eudaimonia dengan mengulas konsep Kebahagiaan menurut Nietzsche.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hendarto, Y. M. (2023). Kritik Nietzsche Terhadap Kebahagiaan Eudaimonia Sokrates. Dekonstruksi, 10(01), 106–122. https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i01.219

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free