Abstract
Perkembangan digital di Indonesia memberikan dampak serta kontribusi secara signifikan, baik positif maupun negatif. Ketika disalahgunakan, berbagai macam kejahatan dalam dunia siber (cybercrime) mulai bermunculan, salah satunya dengan teknik Social Engineering. Menggunakan berbagai penelitian terdahulu sebagai acuan, dapat disimpulkan bahwa Social Engineering adalah teknik penyerangan mekanisme sosial atau interaksi manusiawi (bujukan, pengaruh, dan interaksi lainnya), bertujuan untuk mengontrol aksi korban dalam melakukan sebuah tindakan, baik secara sadar maupun tidak sadar. Dikarenakan sifat dari kasus Social Engineering adalah kelalaian pengguna, maka tidak seluruh perusahaan memiliki kebijakan untuk mengganti kerugian. Di sisi lain, pengguna/konsumen merasa dirugikan akibat “celah” yang dapat dimanfaatkan oleh fraudster. Alhasil citra perusahaan (public image) akan berkurang atau bahkan menghilang di mata mereka. Penelitian ini ditujukan untuk eksplorasi kasus Social Engineering, mulai dari pengertian, mekanisme, studi kasus Social Engineering terdahulu, beserta perilaku masyarakat Indonesia terkait pengamanan siber dengan menyebarkan e-angket. Kata kunci: rekayasa sosial, keamanan siber, serangan siber, pencegahan penipuan
Cite
CITATION STYLE
Tjendrawinata, K. (2022). SOCIAL ENGINEERING: CRISIS IN HUMANITY. JATISI (Jurnal Teknik Informatika Dan Sistem Informasi), 9(3), 2085–2095. https://doi.org/10.35957/jatisi.v9i3.2206
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.