Abstract
Jawa-Arab erat kaitannya dengan pepujian yang sering dilantunkan dipedesaan di seluruh pelosok pulau Jawa. Lantunan tersebut tidak luput dari persebaran islam yang sangat cepat di Nusantara zaman dahulu. Karena kemajemukan dari masyarakat yang mudah menerima masyarat luar membuat agama Islam dan budayanya bercampur dengan kebudayaan setempat termasuk juga bahasa yang menjadikannya lebih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan karakteristik yang ada pada pepujian Jawa-Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian dari Sugiono mengenai metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Dusun Tepus, Kab. Magelang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat dan rekam. Data yang diperoleh berupa catatan dari dokumen dan rekaman dari pepujian Jawa-Arab. Analisis data yang digunakan menggunakan analisis data Miles and Huberman. Hasil dari penelitian ini ditemukan berbagai pola dalam pepujian Jawa-Arab yaitu pembukaan dan inti serta pola struktur dalam pepujian tersebut. Hasil kedua yaitu ditemukan karakteristik dalam pepujian ini yaitu kata sapaan seperti duh Gusti, Tuan, Pangeran, Panjenengan, Dzat dan juga kata yang sering muncul yaitu nyuwun sebagai konteks meminta kepada Allah SWT seperti halnya duh Gusti kula nyuwun sehat manah lan raga. yaitu Meminta akan kesehatan jiwa dan raga.
Cite
CITATION STYLE
Jihan, A., & Prembayun Miji Lestari. (2024). Pepujian Berbahasa Jawa-Arab : Kajian Sosiolinguistik. Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture, 6(2), 68–79. https://doi.org/10.32585/kawruh.v6i2.5785
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.