Representasi Isu Fatherless dalam Film Blonde (2022)

  • Ainaya A
  • Chairil A
N/ACitations
Citations of this article
44Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi isu fatherless dalam film Blonde (2022), yang menggambarkan kehidupan Marilyn Monroe melalui tokoh Norma Jeane. Isu fatherless menjadi pusat dalam membentuk identitas, emosi, dan relasi romantis tokoh utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika John Fiske yang membagi makna dalam tiga level: realitas, representasi, dan ideologi. Hasil menunjukkan bahwa isu fatherless direpresentasikan melalui simbol visual, dialog, dan adegan yang memperlihatkan pencarian Norma Jeane terhadap sosok ayah yang tak pernah hadir. Ia menggunakan sapaan “Daddy” pada pasangan sebagai pengganti figur ayah, dan menjalin hubungan yang bersifat disfungsional. Teknik sinematik seperti pencahayaan remang, musik melankolis, dan close-up ekspresi emosional memperkuat representasi trauma dan kehampaan. Film ini menampilkan fatherless bukan sekadar masalah pribadi, tetapi sebagai kritik terhadap sistem sosial patriarkis yang gagal memberikan rasa aman dan cinta bagi perempuan yang kehilangan figur ayah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ainaya, A., & Chairil, A. M. (2025). Representasi Isu Fatherless dalam Film Blonde (2022). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(6), 6260–6263. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i6.8217

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free