Abstract
Olahraga merupakan aktifitas fisik yang sangat penting dan erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Peningkatan pemain atau atlet yang signifikan, apabila tidak dibarengi oleh pengetahuan mengenai teknik bermain dan penanganan cedera awal di lapangan, dapat mengakibatkan atlet memiliki kecenderungan untuk cedera berulang dan pemulihan menjadi lambat, sehingga prestasi yang diharapkan tidak dapat terwujud. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan pengabdian masyarakat dengan solusi: (1) Sosialisasi penanganan cedera olahraga, (2) pemeriksaan fisik terhadap kemampuan daya tahan otot core, footwork, dan keseimbangan, serta (3) pelatihan peregangan, kekuatan otot, dan pencegahan cedera yang menargetkan area core muscle dan prorioceptif. Adapun sosialisasi dilakukan melalui media leaflet dan presentasi secara langsung face-to-face kepada para atlet yang dilakukan pada 55 atlet. Sementara, pada tahapan pengukuran kapasitas fisik dilaksanakan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi agar memenuhi syarat validitas dan reliabilitas pengukuran yang telah ditetapkan yaitu mencapai 25 atlet. Hasil keseimbangan statis didominasi oleh kategori sangat baik, sementara pada foot work didominasi oleh kategori cukup. Pada daya tahan otot core rerata atlet mencapai (87,12 ± 38, 23), sementara pada keseimbangan dinamis rerata skor atlet mencapai (94,24 ± 11, 35). Kata kunci : bulu tangkis, cedera olahraga, fisioterapi, pertolongan pertama
Cite
CITATION STYLE
Nugraha, M. H. S., Tianing, N. W., Winaya, I. M. N., & Saraswati, N. L. P. G. K. (2023). SOSIALISASI PERTOLONGAN PERTAMA CEDERA OLAHRAGA DAN PELAYANAN FISIOTERAPI PADA PERKUMPULAN BULU TANGKIS DI DENPASAR. Buletin Udayana Mengabdi, 22(3), 153. https://doi.org/10.24843/bum.2023.v22.i03.p07
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.