SURVIVALITAS KELUARGA NELAYAN PULAU KECIL ERA DIGITAL: MODEL INTERAKSI DAN KERJASAMA PADA KELUARGA NELAYAN ETNIS BAJO DI PULAU MEDANG PERSPEKTIF FENOMENOLOGI

  • Rosyadi M
  • Syarifuddin S
  • Syuhada K
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kondisi sosial ekonomi keluarga nelayan yang pra-sejahtera serta adanya masa sulit mendapatkan penghasilan seperti saat paceklik (musim barat), menyiratkan interaksi dan kerjasama dalam keluarga nelayan untuk bisa bertahan hidup. Para keluarga nelayan di Desa Bajo Medang memiliki cara interaksi dan kerjasama yang khas dalam bertahan hidup, sehingga diperlukan penelitian yang bisa memahami: bagaimana model interaksi dan  kerjasama suami-istri keluarga nelayan dalam bertahan hidup di era digital saat ini? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Lokasi penelitian berada di Desa Pulau Bajo Medang, Pulau Medang, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, dengan subjek penelitian adalah keluarga nelayan muda etnis Bajo di Pulau Medang. Data primer dihimpun melalui wawancara mendalam dan observasi. Fokus dan unit analisis dalam penelitian ini adalah makna subjektif  dan refleksi diri aktor (suami-istri pada keluarga nelayan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami-istri nelayan Bajo Medang terlibat dalam interaksi natural dan komunikasi dominan face to face, juga kerjasama organis kulturalistik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rosyadi, M. A., Syarifuddin, S., Syuhada, K., & Wijaya, L. S. (2024). SURVIVALITAS KELUARGA NELAYAN PULAU KECIL ERA DIGITAL: MODEL INTERAKSI DAN KERJASAMA PADA KELUARGA NELAYAN ETNIS BAJO DI PULAU MEDANG PERSPEKTIF FENOMENOLOGI. Prosiding Seminar Nasional Sosial Dan Humaniora, 1, 74–83. https://doi.org/10.29303/sh.v1i1.946

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free