Abstract
Indonesia dikenal sebagai negara agraris, tapi ironisnya hampir semua kebutuhan makanan pokok diimpor. Ini perlu diteliti lebih jauh mengapa fenomena ini terjadi. Isu kerusakan lingkungan dan semakin tergerusnya sumber-sumber ekonomi masyarakat seperti biaya produksi dan resiko ber-usahatani semakin tinggi serta ketergantungan petani terhadap penggunaan eksternal input, membuat hasil produksi tidak seimbang dengan pengorbanan yang diberikan. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengetahuan lokal petani, kreatifitas petani yang dapat membentuk karakter petani yang memiliki pola pikir entrepreneurial. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi, dan fokus group diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lokal diaplikasikan dalam setiap kegiatan pertanian mulai dari penentuan musim dan pemilihan bibit hingga pasca panen dan hasil produksi, untuk membangun petani yang berjiwa agroecopreneur dan arif lingkungan diperlukan akumulasi pengetahuan lokal dan kreatifitas petani, baik yang bersumber dari tradisi lokal maupun yang dari luar secara selektif dalam situasi dan kondisi yang kondusif melibatkan secara aktif semua unsur stakeholder
Cite
CITATION STYLE
Hijjang, P., Lampe, M., & Basir, M. (2014). ANEKA RAGAM PENGETAHUAN LOKAL DAN KREATIFITAS PETANI YANG MENDUKUNG AGROECOPRENEUER RAMAH LINGKUNGAN DI SULAWESI SELATAN. Sosiohumaniora, 16(2), 143. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v16i2.5726
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.