Eksplorasi Teknik Split-screen pada Film Balalek (One Place Different Space) Tentang Kegiatan Adat Membuka Ladang di Kalimantan Barat

  • Supiandi H
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Teknik layar terbagi atau split-screen merupakan salah satu cara dalam penyuntingan gambar film, dengan menggunakan teknik tersebut sebuah gambar dapat di bagi menjadi beberapa layar, dengan isu kebakaran hutan dan lahan yang ada di provinsi Kalimantan Barat, film ini menciptakan ruang dan waktu dari dua layar yang dibagi. Di film pendek ini menceritakan kehidupan seorang peladang yang lekat dengan pembakar lahan dan seorang TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang ikut serta memadamkan api saat terjadi kebakaran lahan, dibalut secara ikatan keluarga antara ayah dan anak. Diselaraskan dengan penggunaan teknik split-screen atau layar terbagi dalam mengintegrasikan dan mengontraskan informasi filmis dari adegan yang berbeda, dalam kasus film “Balalek One Place, Different Space”, tentang isu kebakaran hutan dan lahan. Hasil dari penciptaan film dengan teknik ini, menemukan bahwa dalam mengontraskan dan mengintegrasikan informasi film, dapat menggunakan (1) penataan cerita (2) penataan gambar (3) penataan suara (4) penataan penyuntingan (5) penataan mise-en-scene. Selain membagi layar dengan gambar di film ini, dapat menciptakan layar terbagi dengan bantuan warna, posisi suara, komposisi gambar, adegan kedua karakter dan artistik di film.

Cite

CITATION STYLE

APA

Supiandi, H. (2023). Eksplorasi Teknik Split-screen pada Film Balalek (One Place Different Space) Tentang Kegiatan Adat Membuka Ladang di Kalimantan Barat. IKONIK : Jurnal Seni Dan Desain, 5(2), 100–108. https://doi.org/10.51804/ijsd.v5i2.2079

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free