Abstract
Karies gigi pada masa kanak-kanak dapat memengaruhi kualitas hidup seorang anak, karena bisa mengakibatkan gigi terasa sakit, penerimaan nutrisi terhambat dan jika tidak diobati dapat menghambat pertumbuhan anak sehingga waktu sekolah terlewatkan karena sakit gigi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan kariogenik, kebiasaan menggosok gigi dan peran orang tua dengan karies gigi pada anak kelas III di SDN Pondok Ranggon 04 Pagi, menggunaakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data yang dipergunakan adalah data primer, didapatkan dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan gigi untuk memperoleh data dengan sampel seluruh anak kelas III sebanyak 118 responden. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85 anak (72%) memiliki karies gigi dan ada hubungan antara konsumsi makanan kariogenik (p = 0,001), kebiasaan menggosok gigi (p = 0,005) dan peran orang tua (p = 0,002) dengan karies gigi pada anak kelas III di SDN Pondok Ranggon 04 Pagi. Diharapkan agar pihak sekolah dapat melakukan gerakan masyarakat terkait kesehatan gigi dengan membentuk “Duta Karies Gigi” sebagai motor penggerak seluruh siswa-siswi untuk mandiri dalam menjaga kesehatan dan mencegah karies gigi.
Cite
CITATION STYLE
Damayanti, Y. F., Sabaruddin, E. E., & Hafidah, N. (2024). Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik, Kebiasaan Menggosok Gigi Dan Peran Orang Tua dengan Karies Gigi Pada Anak KelaS III. JURNAL KESEHATAN TERAPAN, 10(2), 15–23. https://doi.org/10.54816/jk.v11i1.742
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.