SUKU ANAK DALAM DI DESA BUNGKU KECAMATAN BAJUBANG (1980-2014)

  • Ferry Yanto F
N/ACitations
Citations of this article
30Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

AbstractThis research is a historical research with the theme of culture which examines cultural elements from an empirical point of view rather than a normative one. As for what is being researched is about the cultural elements of the Anak Dalam Tribe in Bungku Village, Bajubang District. The purpose of this study is to explain the dynamics of the cultural life patterns of the Inner Children in Bungku Village, Bajubang District and to describe the existence of the Inner Child Tribe culture to the flow of change. The historical method used in this research includes several stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The findings of research in the field from different Anak Dalam Tribe in Bajubang District, especially in Bungku Village, illustrate that there have been many changes in culture, this is because they do not want to be confused with the Orang Rimba in Bukit Dua Belas. called the Orang Rimba. They are more comfortable with being called the Suku Anak Dalam.Keywords: Culture, Tribe of Inner Children, Bungku Village AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian sejarah bertemakan kebudayaan yang mengkaji unsur-unsur budaya dari sudut empiris bukan dari segi normatif. Adapun yang diteliti adalah tentang unsur-unsur kebudayaan dari Suku Anak Dalam di Desa Bungku Kecamatan Bajubang. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan dinamika pola kehidupan kebudayaan Suku Anak Dalam di Desa Bungku Kecamatan Bajubang dan mendeskripsikan eksistensi budaya Suku Anak Dalam terhadap arus perubahan. Metode sejarah digunakan dalam penelitian ini yang meliputi beberapa tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Temuan hasil penelitian di lapangan dari Suku Anak Dalam yang berbeda di Kecamatan Bajubang khususnya di Desa Bungku memberikan gambaran bahwa sudah mengalami banyak perubahan dalam kebudayaan, hal demikian di karenakan mereka tidak ingin disamakan dengan Orang Rimba yang ada di Bukit Dua Belas bahkan mereka juga tidak mau disebut dengan sebutan Orang Rimba. Mereka lebih nyaman dengan sebutan Suku Anak Dalam.Kata Kunci : Kebudayaan, Suku Anak Dalam, Desa Bungku

Cite

CITATION STYLE

APA

Ferry Yanto, F. L. J. (2021). SUKU ANAK DALAM DI DESA BUNGKU KECAMATAN BAJUBANG (1980-2014). Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari, 4(2), 51. https://doi.org/10.33087/istoria.v4i2.90

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free