Abstract
Program UN-REDD+ memiliki tujuan pengurangan emisi hutan serta peningkatan cadangan karbon alami dengan memperhatikan isu kesetaraan gender. Permasalahan kesetimpangan antara laki-laki dan perempuan dalam pengelolaan hutan menjadi kekhawatiran baik di Kamboja maupun di Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana keterlibatan perempuan serta faktor apa saja yang mempengaruhi keterlibatan tersebut. Setelah dilakukan review dari tulisan-tulisan terdahulu didapatkan hasil bahwa partisipasi perempuan di Kamboja maupun di Indonesia tidak memiliki perbedaan yang signifikan, yaitu perempuan hanya terlibat sebagian dalam program REDD+. Belum aktifnya ketelibatan perempuan digambarkan oleh dominasi kaum laki-laki dalam kelembagaan pengelolaan hutan, di mana perempuan hanya terlibat sebagian atau bahkan tidak terlibat. Rendahnya partisipasi mereka dikarenakan tingkat pengetahuan perempuan yang rendah, terbatasnya akses untuk mendapatkan pengetahuan dan kesempatan dalam pertemuan dan pengambilan keputusan serta budaya masyarakat yang hirarkis dan norma tradisional yang mengakar tentang perbedaan peran perempuan dan laki-laki dimana peran publik harus kepada laki-laki dan perempuan dalam kegiatan domestik. Hal ini dapat menjadi perhatian bersama bahwa keadilan bagi kaum perempuan khusunya dalam pembangungan lingkungan komoditas hutan masih perlu untuk ditingkatkan.
Cite
CITATION STYLE
Vitasari, Ismail, K., Amrivo, V., & Yulikasari, T. E. (2023). Keterlibatan Perempuan Kamboja dan Indonesia dalam Pembangunan Lingkungan Komoditas Hutan pada Program UN-REDD+. Jurnal Ekologi, Masyarakat Dan Sains, 4(1), 44–53. https://doi.org/10.55448/ems.v4i1.90
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.