Abstract
Perbedaan gender telah melahirkan perbedaan peran, sifat dan fungsi sebagai hasil dari konstruksi sosial-budaya. Hal tersebut turut mempengaruhi penentuan kepesertaan KB keluarga dimana tertanam stereotypebahwa KB identik dengan urusan perempuan. Implikasinya adalah tingginya ketimpangan gender dalam kepesertaan KB. Namun kasus yang terjadi di Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut menunjukan adanya kondisi “anomali” dimana kepesertaan KB pria sangat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami fenomena kepesertaan KB pria yang dilihat dari perspektif dekonstruksi gender. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa fenomena tingginya kepesertaan KB pria didukung oleh proses dekonstruksi peran gender yang dilakukan melalui upaya pemberian informasi dan penyediaan pelayanan KB. Dekonstruksi peran gender ini dapat mendorong upaya mewujudkan kesetaraan gender dalam program KB.
Cite
CITATION STYLE
Artisa, R. A., & Dewi, R. N. (2021). DEKONSTRUKSI PERAN GENDER DALAM BER-KB: ANALISIS TERHADAP FENOMENA KEPESERTAAN KB PRIA. Prosiding Seminar Nasional & Call for Paper “Peran Perempuan Sebagai Pahlawan Di Era Pandemi” PSGESI LPPM UWP, 8(1), 226–233. https://doi.org/10.38156/gesi.v8i1.75
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.