Abstract
Allah S.W.T. menciptakan dan mempersiapkan alamsemesta serta kemudian menundukkan dan memudahkannya untuk seluruh kepentingan, kebutuhan,dan kemashlahatan hamba-hamba-Nya, spesifiknya untukdan bagi umat manusia seperti yang telah dideskripsikanAllah S.W.T. dalam banyak ayat Al-Qur„an. Konsep inikemudian dikenal dan dinyatakan sebagai konsepketundukan atau pengendalian alam semesta (nazhariyyahal-taskhîr). Konsep ini ternyata sangat terkait dengan relasieksploratif antara manusia sebagai hamba Allah S.W.T.dengan alam semesta yang melingkupi dan ada di sekitarmereka (‟alâqah al-taskhîr, ‟alâqah baina al-insân wa alkaun);yang juga terkait erat dengan relasi antara merekadengan-Nya sebagai Rabb, yaitu dalam bingkai peribadatankepada-Nya (‟alâqah al-‟ibâdah, ‟alâqah baina al-insân waAl-Khâliq). Untuk mengetahui dan memahami tentangkonsep al-taskhîr tersebut dapat ditempuh melaluipenafsiran salah seorang ahli tafsir terhadap ayat-ayat altaskhîrdalam karya tafsirnya. Di antaranya melaluipenafsiran salah satu ulama kontempor yaitu Al-Sa‟dîdalam karyanya, kitab Taisîr Al-Karîm Al-Rahmân fî TafsîrKalâm Al-Mannân. Keyword: penafsiran, al-taskhîr, konsep al-taskhîr.
Cite
CITATION STYLE
Maya, R. (2017). PENAFSIRAN AL-SA‟DÎ TENTANG KONSEP AL-TASKHÎR. Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 2(03). https://doi.org/10.30868/at.v2i03.192
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.