Ancaman Non-Militer Terhadap Keamanan Nasional di Papua

  • Indrawan J
N/ACitations
Citations of this article
225Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Pertahanan negara merupakan salah satu elemen pokok suatu negara karena menyangkut kepentingan perlindungan warga negara, wilayah, dan sistem politiknya dari ancaman negara lain. Situasi di Papua tidak dapat dikategorikan sebagai konflik bersenjata, tetapi lebih bisa dikategorikan sebagai kekacauan, ketegangan, atau gangguan dalam negeri. Ancaman non-militer pada hakikatnya adalah ancaman yang menggunakan faktor-faktor nirmiliter yang dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Keinginan masyarakat Papua untuk merdeka lebih disebabkan karena mereka tidak mengalami kesetaraan dalam hal kesejahteraan dengan propinsi-propinsi lain di Indonesia. Jika tidak ada penanganan yang serius, kondisi ini akan berkembang menjadi kondisi permanen yang tentunya akan menjadi ancaman besar terhadap keamanan nasional. Kata Kunci: ancaman non-militer, pertahanan negara, keamanan nasional, dan papua Abstract National defense is one of the basic elements of a country because it involves the need to protect citizens, regions and political systems from the threat of another country. The situation in Papua can not be categorized as an armed conflict, but rather categorized as chaos, tension, or domestic disturbance. Non-military threats in essence are threats using non-military factors to endanger state sovereignty, territorial integrity, and safety of the entire nation. Papua's desire for independence is mainly because they do not have equality, in terms of the welfare, compared to other provinces in Indonesia. If there is no serious treatment, this condition will develop into a permanent condition, which would certainly be a major threat to national security

Cite

CITATION STYLE

APA

Indrawan, J. (2017). Ancaman Non-Militer Terhadap Keamanan Nasional di Papua. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 12(2), 159. https://doi.org/10.26593/jihi.v12i2.2651.159-173

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free