Abstract
Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama terjadinya penyakit pada sistem kardiovaskular yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas masyarakat, prevalensi hipertensi di Indonesia cukup tinggi yaitu sebesar 34.11%. Ginseng jawa (Talinum paniculatum Jacq. (Gaert)) salah satu tanaman indonesia yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tonikum dan afrodisiak, ginseng jawa memiliki kandungan senyawa yang mirip dengan ginseng korea (Panax ginseng). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antihipertensi pada ekstrak etanol 50% akar ginseng jawa. Pengujian antihipertensi pada penelitian ini menggunakan metode induksi kimia epinefrin 0,25 mg/kgBB pada hewan uji tikus Wistar jantan dengan pengukuran tekanan darah sistol dan tekanan darah diastol secara tidak langsung menggunakan ekor dengan alat Kent Scientific’s CODA system. Dosis ekstrak yang digunakan yaitu 12,44 mg/kgBB; 24,88 mg/kgBB; 37,32 mg/kgBB, digunakan propranolol 1,8 mg/kgBB sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat efek mencegah kenaikan tekanan darah sistol dan tekanan darah diastol, dimana hasil terbaik ada pada ekstrak etanol 50% akar ginseng jawa dengan dosis 12,44 mg/kgBB dibandingkan dengan kontrol sakit (P<0,05). Dan ekstrak etanol 50% akar ginseng jawa memiliki efek inhibisi kenaikan tekanan darah sistol dan tekanan darah diastol yang setara dengan pembanding (P>0,05). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak akar ginseng jawa dosis 12,44 mg/kgBB dapat berpotensi sebagai obat antihipertensi.
Cite
CITATION STYLE
Rachmawan, R. L., Sutjiatmo, A. B., & Ahdiyani, A. (2022). EFEK ANTIHIPERTENSI EKSTRAK ETANOL 50% AKAR GINSENG JAWA (TALINUM PANICULATUM JACQ. (GAERT)) PADA MODEL HEWAN INDUKSI EPINEFRIN. Journal of Pharmacopolium, 4(3). https://doi.org/10.36465/jop.v4i3.794
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.