Abstract
Algoritma stemming Nazief & Andriani sudah banyak dikembangkan dari sisi kecepatan maupun akurasi. Salah satu pengembangannya adalah Algoritma Non-formal Affix. Algoritma ini meningkatkan akurasi stemming pada kata berimbuhan tidak baku. Pada perkembangannya, Bahasa Indonesia digunakan dalam dua cara: baku dan tidak baku. Bahasa tidak baku biasanya digunakan pada situasi yang santai seperti percakapan santai ataupun post dan komen di sosial media (Facebook, Twitter, Instagram, dll). Untuk mendapatkan kata dasar dari kata berimbuhan tidak baku telah diusulkan sebelumnya algoritma stemming Non-formal Affix. Namun algoritma ini masih memilki keterbatasan dalam melakukan stemming kata berimbuhan tidak baku yang memiliki sedikit perubahan pada kata dasarnya. Oleh karena itu penelitian ini berfokus pada modifikasi algoritma Non-formal Affix untuk meningkatkan akurasinya dalam stemming kata berimbuhan tidak baku. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil modifikasi dengan Levenshtein Distance memiliki tingkat akurasi 96.6%, sedangkan algoritma Non-formal Affix memiliki akurasi 73.3% pada saat stemming 60 kata berimbuhan tidak baku. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan dengan Lenshtein Distance dapat meningkatkan akurasi algoritma Non formal Affix dalam melakukan stemming kata berimbuhan tidak baku.
Cite
CITATION STYLE
Bisma Setya Putra, R. (2018). Optimalisasi Stemming Kata Berimbuhan Tidak Baku Pada Bahasa Indonesia Dengan Levenshtein Distance. Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT, 3(2), 200–205. https://doi.org/10.30591/jpit.v3i2.877
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.