Construction of Character Education in Mandailing and Angkola Culture in North Sumatra Province

  • Hidayat R
N/ACitations
Citations of this article
99Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

This research aims to describe the construction and character education model in Mandailing and Angkola tribes in North Sumatra Province. This research uses a qualitative method with a case study approach, a research method on individuals, groups, organizations, and specific institutions. Instruments or data collection tools used in this research are (1) observation; (2) in-depth interview; (3) document study. This research uses a method known as ethnography or participant observation. The result shows that Mandailing and Angkola tribes’ characters building through 1) Socialization, 2) Enculturation, and 3) Internalization. Socialization including education, clarification, and motivation. Meanwhile, enculturation including imitation, habituation, and evaluation. Construction of education in Mandailing and Angkola tribes through habits, traditions, culture, and Islamic values. Character building in children is an effort to encourage self-awareness and concern for tradition, culture, and preserve local wisdom to sustain from generation to generation. Also, several efforts to preserve culture have been made by collaborating with schools, traditional and religious leaders to combine local wisdom and culture into schools’ curriculum and extracurricular activities.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi dan model pendidikan karakter pada Suku Mandailing dan Angkola di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yaitu metode penelitian terhadap individu, kelompok, organisasi, dan institusi tertentu. Instrumen atau alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Observasi; (2) Wawancara Mendalam; (3) Studi Dokumen. Penelitian ini menggunakan metode yang disebut etnografi atau observasi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan karakter Suku Mandailing dan Angkola melalui 1) Sosialisasi, 2) Enkulturasi, dan 3) Internalisasi. Sosialisasi meliputi pendidikan, klarifikasi, dan motivasi. Sedangkan enkulturasi meliputi peniruan, habituasi, dan evaluasi. Konstruksi pendidikan pada suku Mandailing dan Angkola melalui kebiasaan, tradisi, budaya, dan nilai-nilai Islam. Membangun karakter pada anak merupakan upaya mendorong kesadaran diri dan kepedulian terhadap tradisi, budaya, serta melestarikan kearifan lokal agar berkelanjutan secara turun-temurun. Selain itu, berbagai upaya pelestarian budaya telah dilakukan bekerja sama dengan sekolah, tokoh adat dan tokoh agama untuk memadukan kearifan dan budaya lokal ke dalam kurikulum sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hidayat, R. (2020). Construction of Character Education in Mandailing and Angkola Culture in North Sumatra Province. Society, 8(2), 611–627. https://doi.org/10.33019/society.v8i2.212

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free