Peristiwa Tutur dalam Prosesi Selamatan Laut di Desa Tanjung Luar Lombok

  • Ri’ina R
  • Murcahyanto H
  • Al-Pansori M
N/ACitations
Citations of this article
40Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis Peristiwa Tutur dalam Prosesi Selamatan Laut di Desa Tanjung Luar, Kabupaten Keruak, Lombok. Responden dalam penelitian ini adalah orang-orang lokal yang masih percaya pada kekuatan magis prosesi yang diadakan setahun sekali sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat Tanjung Luar karena mereka telah diberkati dengan lautan luas tempat di mana hidup mereka bergantung. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh, dianalisis dengan teknik analisis data. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada acara pidato dan tindak tutur dalam prosesi selamatan laut, yaitu dari awal pembukaan program hingga akhir proses Tikolok sehingga menciptakan kesan yang sangat mendalam bagi masyarakat Tanjung. Luar menjaga tradisi nenek moyang. Bahasa yang digunakan dalam acara prosesi salah satunya adalah; Lamun kau teqa lamun kau darat! Kaming kalopah, suram anung rajane (Saya tidak suka menerima utusan dan perintah, jika rajamu adalah rajamu yang mengutusmu. Panggil rajamu!). Kalimat Perintah, diikuti oleh tindakan, sehingga dapat digolongkan sebagai tindak tutur.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ri’ina, R., Murcahyanto, H., & Al-Pansori, Muh. J. (2020). Peristiwa Tutur dalam Prosesi Selamatan Laut di Desa Tanjung Luar Lombok. Asas: Jurnal Sastra, 9(1). https://doi.org/10.24114/ajs.v9i1.18331

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free