Abstract
Sebagian besar penyakit yang sering diderita anak usia sekolah (usia 6–10) ternyata berkaitan dengan PHBS. Perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah merupakan upaya memperdayakan peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau, dan mampu mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Total sampel 62 siswa analisis data menggunakan uji chi squre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara variabel pengetahuan dengan penerapan PHBS (P= 0,226), kantin sekolah dengan penerapan PHBS (P= 0,378), tempat sampah dengan penerapan PHBS (P= 0,785), dan terdapat hubungan yang bermakna antara variable sikap dengan penerapan PHBS (P= 0,013), jamban dengan penerapan PHBS (P= 0,027). Kesimpulan adanya hubungan yang bermakna antara sikap, penggunaan jamban dengan penerapan PHBS di SDN 42 Kota Bengkulu. Saran Bagi sekolah agar pihak sekolah lebih memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa, dalam hal ini melengkapi fasilitas sarana yang masih kurang dan menetapkan peraturan yang mendukung kebiasaan di sekolah.
Cite
CITATION STYLE
HARIZON, P., YANUARTI, R., FEBRIAWATI, H., & WATI, N. (2023). FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SDN 42 KOTA BENGKULU. Journal of Nursing and Public Health, 11(1), 246–257. https://doi.org/10.37676/jnph.v11i1.4127
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.