Abstract
ABSTRAKPengembangan potensi wisata di Kota Malang yang padat penduduk, salah satunya diwujudkan dengan mengembangkan konsep kampung tematik. Kampung Wisata Jodipan (KWJ) adalah salah satu dari 20 kampung tematik di Kota Malang yang berperan sebagai pemrakarsa lahirnya kampung tematik lainnya. Mengusung tema warna-warni, KWJ dibentuk berdasar ide dari sekelompok mahasiswa dengan menggandeng perusahaan cat PT Indana serta mendapat dukungan partisipasi aktif warga setempat. Kampung yang dahulu merupakan permukiman kumuh dan terancam penggusuran ini telah menjadi kampung dengan tampilan penuh warna. Perubahan yang kentara ini menjadi perhatian dan buah bibir masyarakat hingga perlahan menjadikannya salah satu objek wisata di Kota Malang. Kawasan permukiman yang telah bertambah fungsi menjadi area wisata sedikit banyak memengaruhi kehidupan sehari-hari warga dan berpotensi mengubah batas ruang personal warga. Guna mengetahui perubahan tersebut, dilakukan penelitian kualitatif dengan wawancara terhadap warga Kampung Warna-Warni Jodipan yang telah menetap jauh sebelum dilakukan penambahan fungsi wisata. Dari penelitian yang dilakukan, didapati tiga fase perubahan persepsi ruang personal yang terbentuk seiring dengan fase-fase perubahan kondisi permukiman.Changes in Perception of Personal Space Residents of Jodipan Malang Tourism VillageABSTRACTThe development of tourism in Malang, which has a high density of urban population, was realized by developing the thematic tourism village concept. Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) is the first colourful-themed tourism village in Malang. KWJ was formed and initiated by a group of students. By cooperating with the paint company and the active participation of the local community, all parties involved together made the village which was once a slum and threatened with eviction become a village with an attractive colourful display. This noticeable change became the attention and the talk of the people until slowly making it one of the attractions in the city of Malang. The residential area has become a tourist area, and it possibly influences the daily lives of citizens. This condition has the potential to change the personal boundaries of residents. To know the change, a qualitative study was conducted by interviewing the residents of Kampung Warna-Warni Jodipan who had settled long before the addition of the tourist function. From the interview-based research conducted, three phases of change in perception of personal space were found along with phases of changes in settlement conditions.
Cite
CITATION STYLE
Amalia, F. (2022). Perubahan Persepsi Ruang Personal Warga Kampung Wisata Jodipan Malang. INVENSI, 7(1), 13–22. https://doi.org/10.24821/invensi.v7i1.5717
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.