Eksistensi Budaya Tradisi Buka Palang Pintu dalam Masyarakat Betawi

  • Jayakandi J
N/ACitations
Citations of this article
30Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi budaya tradisi palang pintu dalam acara pernikahan masyarakat Betawi. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis eksistensi budaya tradisi palang pintu  dalam masyarakat Betawi adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diketahui dari 30 responden yang telah diwawancarai oleh peneliti, terdapat 20 responden yang masih menggunakan budaya tradisi palang pintu dalam acara pernikahan. Hal ini berarti budaya tradisi palang pintu masih sering digunakan oleh masyarakat asli Betawi. Perkembangan zaman pada saat ini yang merupakan zaman modern, tidak membuat masyarakat asli Betawi berhenti untuk menjaga dan mencintai budaya khususnya budaya tradisi palang pintu. Artinya, eksistensi budaya Betawi masih tetap terjaga dalam lingkungan masyarakat asli Betawi. Disadari atau tidak, globalisasi dan maraknya multikulturalisme di ibu kota saat ini menggerus eksistensi budaya Betawi. Maka dari itu, untuk melestarikan nilai-nilai budaya Betawi yang diwariskan nenek moyang, perlu diantisipasi sejak dini dengan solusi yang tepat untuk mempertahankan kebudayaan Betawi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Jayakandi, J. (2023). Eksistensi Budaya Tradisi Buka Palang Pintu dalam Masyarakat Betawi. Nitisara, 1(1), 45–49. https://doi.org/10.30998/ntsr.v1i1.2522

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free