Perencanaan Lokasi Pengembangan Food Estate Di Kabupaten Kolaka Timur

  • Hasbullah Syaf
  • Syamsu Alam
  • Lukman Yunus
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

East Kolaka has launched programs to maintain food availability, but there are still obstacles to its exploitation. This research was conducted to determine the location of the food estate and to analyze its potential in increasing the production of the agricultural and livestock sectors in East Kolaka Regency. The data collection method used is a combination of primary and secondary data collection techniques with qualitative and quantitative analysis. Based on the research results, identified three sub-districts in East Kolaka Regency, namely Lambandia, Aere, and Dangia, as centers for food estate development based on physical conditions such as area size, climate, topography, and land suitability for crop development and grazing locations. Lambandia, Aere, and Dangia sub-districts have a dominant land suitability class S3 which is suitable for various crops but requires high inputs such as fertilization. The main limiting factors are air temperature and high annual rainfall. Intensive farming patterns and high input needs need to be considered so that agriculture can develop properly and sustainably. For rice, pineapple and rambutan, the land suitability class is S2 with low input costs. Keywords: food estate, food security, land potential Kolaka Timur telah meluncurkan program-program untuk menjaga ketersediaan pangan, namun masih terdapat kendala dalam pengusahaannya. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk menentukan lokasi food estate dan menganalisis potensinya dalam meningkatkan produksi sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Kolaka Timur. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kombinasi teknik pengumpulan data primer dan sekunder dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, mengidentifikasi tiga kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur, yaitu Lambandia, Aere, dan Dangia, sebagai sentra pengembangan food estate berdasarkan kondisi fisik seperti ukuran wilayah, iklim, topografi, dan kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman dan lokasi penggembalaan. Kecamatan Lambandia, Aere, dan Dangia memiliki kelas kesesuaian lahan dominan S3 yang cocok untuk berbagai tanaman, namun membutuhkan input yang tinggi seperti pemupukan. Faktor pembatas utama adalah temperatur udara dan curah hujan tahunan yang tinggi. Pola pertanian intensif dan kebutuhan input yang tinggi perlu diperhatikan agar pertanian dapat berkembang dengan baik dan berkelanjutan. Untuk tanaman padi, nenas, dan rambutan, kelas kesesuaian lahannya adalah S2 dengan input biaya yang rendah. Kata kunci: food estate, ketahanan pangan, potensi lahan

Cite

CITATION STYLE

APA

Hasbullah Syaf, Syamsu Alam, Lukman Yunus, Dewi Nurhayati Yusuf, M. Tufaila, Samsul Alam Fyka, … Mahyudi. (2023). Perencanaan Lokasi Pengembangan Food Estate Di Kabupaten Kolaka Timur. Jurnal Perencanaan Wilayah, 8(1), 93–106. https://doi.org/10.33772/jpw.v8i1.378

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free