Abstract
Selama proses penyusunan skripsi mahasiswa ditantang dan dilatih untuk melakukan serangkaian kegiatan yang bersifat ilmiah yang menguji suatu teori dan memecahkan suatu permasalahan dengan pola pikir yang kritis ( critical thinking).Stres mahasiswa dalam menyusun skripsi, disebabkan karena susahnya mencari referensi dan tekanan tugas yang deadline. Salah satu terapi untuk menurunkan stres adalah terapi senam otak (Brain Gym). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi senam otak (Brain Gym) terhadap tingkat stres mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen dengan rancangan one group pre test-post test. Sampel dalam penelitian ini didapatkan 66 orang dengan tehnik simple random sampling. Penelitian dilaksanakan di Stikes Wira Medika Bali. Tingkat stres diukur dengan kuesioner DASS 42. Hasil penelitian didapatkan tingkat stres mahasiswa sebelum diberikan senam otak (Brain Gym) sebanyak 43 orang dengan kategori tingkat stres sedang, dan tingkat stres mahasiswa setelah diberikan terapi senam otak (Brain Gym) 50 orang dengan kategori tingkat stres ringan. Hasil uji statistic Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan 0,05 menunjukan nilai p = 0,000 < 0,05. Kesimpulan penelitian, ada pengaruh senam otak (Brain Gym) terhadap tingkat stres mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan bagi yang mengalami stres dalam mengerjakan tugas akhir dapat menggunakan terapi senam otak (Brain Gym) tersebut untuk mengurangi tingkat stres.
Cite
CITATION STYLE
Purwanti, I., Marantika, M. A., & Adilatri, A. A. S. A. (2019). PENGARUH SENAM OTAK (BRAIN GYM) TERHADAP TINGKAT STRES MAHASISWA (STUDI DILAKUKAN PADA MAHASISWA SEMESTER 8 PRODI KEPERAWATAN STIKES WIRA MEDIKA BALI). Bali Medika Jurnal, 6(2), 155–162. https://doi.org/10.36376/bmj.v6i2.78
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.