Abstract
Ekspor biji kakao yang lebih besar dari kakao olahan menunjukkan bahwa Indonesia banyak kehilangan potensi nilai tambah dari industri pengolahan kakao. Potensi atau peluang nilai tambahmelalui industri pengolahan kakao sirna disebabkanolehperbedaaan harga yang cukup tinggi antara biji dan kakao olahan yang dihasilkan. Pengolahan juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan dari kelompok tani pada pengabdian ini. Pengabdian ini bertujuan untuk melihat tingkat perkembangan pengetahuan kelompok tani sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dan workshop mengenai pengembangan produk hilir kakao di Desa Tanjung Tani Kecamatan Rantau Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Sosialisasi dan workshop. Adapaun tahapannya sebagai berikut: peserta diberikan pre test, kemudian diberikan sosialisasi (penyuluhan), metode yang digunakan pada sosialisasi adalah ceramah, setelah diberikan sosialisasi peserta diberikan workshop (praktek langsung), kemudian tahap terakhir diberikan post test. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota Kelompok Tani Ranto yang berjumlah 10 orang. Dari hasil pre test dan post test didapatkan skor (nilai) untuk mengetahui tingkat perkembangan pengetahuan sampel setelah dan sebelum dilakukan sosialisasi dan workshop. Data yang terkumpul diolah menggunakan uji Wilcoxon Signed Test (statitik non parametrik) dengan α= 5%, dengan kriteria pengembilan keputusan diterima jika nilai signifikansi ≥ α, diterima jika nilai signifikansi < α. Hasil yang didapatkan adalah signifikansi (0,016)
Cite
CITATION STYLE
Muslimah, M., Alham, F., Komariyah, S., & Lisa, N. P. (2023). PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI DALAM PENGOLAHAN PRODUK HILIR KAKAO DI KECAMATAN RANTAU PEUREULAK. Jurnal Abdi Insani, 10(2), 1012–1020. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v10i2.864
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.