Abstract
Pendahuluan: Konstipasi atau sembelit pada pasien dengan keadaana kritis didefinisikan yaitu tidak bisa buang air besar selama minimal 3-4 hari perawatan di ICU, yang dapat disebabkan salahsatunya oleh penurunan motilitas gastrointestinal. Ada dua cara untuk mengobati kostipasi: secara farmakologis dengan obat pencahar, dan secara non farmakologis dengan meningkatkan konsumsi serat dan cairan. Selain dari asupan makanan salah satu tindakan yang dapat membantu mencegah dan mengatasi konstipasi adalah dengan pemijatan pada area perut tepatnya pada area colon yang disebut dengan abdominal massage Tujuan: untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari swedish abdominal massage terhadap keteraturan pola eliminasi defekasi. Metode: : jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan studi kasus. Penerapan dilakukan pada 2 pasien yang dipilih dengan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Tindakan swedish abdominal massage ini dilakukan selama 15 menit sebanyak 1x/hari selama 3 hari. Instrumen penelitian ini menggunakan SOP swedish abdominal massage, lembar observasi dan informed consent. Penelitian ini sudah melalui uji etik dengan nomor 081/V/AUEC/2023. Hasil: dari hasil observasi yang dilakukan selama 3 hari pada 2 responden Tn. G dan Tn. S menunjukkan responden bisa BAB mulai hari ke 2 dan 3 yanga artinya terjadi perbaikan pola eliminasi defekasi pada 2 responden. Kesimpulan: dari penelitian ini swedish abdominal massage merupakan salah satu terapi pemijatan sederhana yang mampu membantu menjaga pola eliminasi defekasi agar teratur
Cite
CITATION STYLE
Novitasari, C., Husain, F., Ika, Y., & Sulistyo, E. (2023). SWEDISH ABDOMINAL MASSAGE SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER UNTUK MENJAGA POLA ELIMINASI DEFEKASI DI ICU RSUD SUKOHARJO. Jurnal Keperawatan Duta Medika, 3(2), 60–66. https://doi.org/10.47701/dutamedika.v3i2.2906
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.