Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resiliensi pada pria tunadaksa non bawaan yang bekerja sebagai karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik Purposive Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara. Metode analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa resiliensi pada pria tunadaksa non bawaan yang bekerja sebagai karyawan masuk dalam kategori baik. Ditemukan bahwa dalam menghadapi permasalahan seperti menerima kritikan mengenai kondisi fisik dan menanggapinya dengan diam dan tersenyum. Membuat informan belajar mengontrol emosi (emotion regulation). Dapat mengendalikan keinginan, dorongan serta tekanan yang muncul dari dalam diri (impuls control). Memiliki rencana masa depan dan berusaha mewujudkan nya (optimis). Menyadari penyebab permasalahan yang dihadapi (causal analysis) seperti merasakan kesulitan pada tingkat kecepatan dalam mengetik. Memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja maupun lingkungan sekitar rumah, mengerti permasalahan yang dihadapi orang lain (emphaty). Mampu melakukan berbagai usaha untuk dapat memecahkan sebuah permasalahan (self-eficacy). Memiliki kemampuan untuk meningkatkan aspek positif kehidupan dan menghadapi tantangan baru (reaching out).Kata kunci : Bekerja, Pria tunadaksa non bawaan, Resiliensi
Cite
CITATION STYLE
Dewi, M. H. K., & Suwarti, S. (2020). Deskripsi Resiliensi pada Pria Tunadaksa Non Bawaan yang Bekerja. Psisula: Prosiding Berkala Psikologi, 1. https://doi.org/10.30659/psisula.v1i0.7698
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.