PENGELOLAAN SAMPAH MENJADI BARANG BERNILAI JUAL DI LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT

  • Fitriyah A
  • Nasution D
  • Putri R
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Permasalahan terkait sampah bukan merupakan permasalahan yang asing bagi masyarakat. Dampak yang ditimbulkan dari sampah diantaranya pencemaran lingkungan, ancaman bencana alam seperti banjir serta wabah penyakit. Di Indonesia sendiri sampah yang dihasilkan bisa mencapai 85.000 ton setiap harinya. Sebanyak 40% sampah yang dihasilkan merupakan sampah yang berasal dari rumah tangga. Oleh karenanya peran masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat penting. Sampah dapat dikelola menjadi barang yang bernilai jual jika dikelola dengan baik dan efisien. sampah plastic dapa dikelola menjadi barang bernilai jual berupa tas, ecobrik, dan asesoris lainnya. Merubah sampah menjadi asesoris berupa tas dilakukan dengan menganyam sampah plastic sehingga dapat dibentuk sesuai keinginan. Sedangkan untuk ecobrik, sampah plastic dipotong-potong kecil dan dimasukkan ke dalam botol plastic hingga penuh. Untuk sampah organic yang bersal dari sayuran, buah, dan sisa makanan dapat dikelola menjadi pupuk kompos yang dapat membantu menyuburkan tanaman. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dalam rangka mengurangi sampah. Selain itu, pengelolaan sampah menjadi barang bernilai jual dapat menambah income atau pemasukan rumah tangga.Kata Kunci: Sampah, Kerajinan sampah, Lombok

Cite

CITATION STYLE

APA

Fitriyah, A. T., Nasution, D. S., & Putri, R. A. (2022). PENGELOLAAN SAMPAH MENJADI BARANG BERNILAI JUAL DI LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT. Journal of Social Outreach, 1(1), 14–22. https://doi.org/10.15548/jso.v1i1.3687

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free