Abstract
Artikel ini berisi tentang pandangan aliran filsafat progresivisme dan kaitannya untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam setting pendidikan inklusi. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami keterbatasan atau hambatan, baik dari segi fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional, yang kemudian berdampak secara signifikan pada proses perkembangannya dibandingkan dengan anak normal lain seusianya. Negara Indonesia telah menjamin pendidikan untuk ABK melalui pendidikan inklusif agar mereka dapat memaksimalkan kemampuan belajarnya dan menggali potensi dirinya. Artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menelaah buku, literatur, catatan dan jurnal yang berkaitan dengan pandangan aliran progresivisme terhadap anak berkebutuhan khusus dan pandangan mengenai pendidikan inklusi. Data yang telah terkumpul, kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Dalam kaitannya aliran filsafat progresivisme dengan pendidikan inklusif untuk anak berkebutuhan khusus tercermin pada lima komponen yakni tenaga pendidik, kurikulum, pengelolaan kelas, system evaluasi dan akesibilitas. Kata kunci: progresivisme, pendidikan inklusi, anak berkebutuhan khusus
Cite
CITATION STYLE
Badiah, L. isni, Siti Masitoh, & Mochamad Nursalim. (2023). FILSAFAT ALIRAN PROGRESIVISME DAN KAITANNYA UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM SETTING PENDIDIKAN INKLUSI. HELPER : Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 40(1), 30–36. https://doi.org/10.36456/helper.vol40.no1.a6322
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.