Abstract
Salah satu penyebab pengurangan air di waduk adalah penguapan yang besar. Pengukuran besarnya evaporasi di waduk masih perlu diuji dan disesuaikan dengan kondisi lokal wilayah. Oleh karena itu dilakukan perhitungan neraca air Waduk Jatiluhur berdasarkan data curah hujan dan penguapan dengan tujuan untuk mendapatkan rumus potensi penguapan dan mengetahui surplus dan defisit air di waduk Jatiluhur karena faktor klimatologi. Data yang digunakan adalah data curah hujan harian dan data penguapan harian tahun 2003 – 2018. Penelitian ini diawali dengan pengelompokkan hari hujan, hari tidak hujan dan penguapan setiap bulan. Selanjutnya data tersebut dibagi menjadi beberapa kelas untuk nantinya ditentukan frekuensi terbanyak dan nilai maksimum dan minimum data penguapan. Kemudian dilakukan perhitungan pendugaan penguapan dan potential lost dengan rumus empiris berdasarkan nilai maksimum, minimum, dan modus yang telah ditentukan. Hasilnya besar potensi penguapan ketika hari hujan dan hari tanpa hujan pada bulan Januari hingga Desember di Waduk Jatiluhur umumnya pada range 3.8 hingga 11 mm/hari, terkecuali pada bulan Agustus dan September mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Selanjutnya potensi kehilangan air waduk Jatiluhur pada masing – masing bulan dapat dicari menggunakan rumus empiris dengan variabel curah hujan, penguapan ketika hari hujan dan hari tanpa hujan.
Cite
CITATION STYLE
Asnawi, M., & Hutauruk, R. C. H. (2022). Perhitungan Neraca Air Meteorologi Waduk Jatiluhur Berdasarkan Data Curah Hujan Dan Penguapan. Buletin GAW Bariri, 3(2), 16–24. https://doi.org/10.31172/bgb.v3i2.71
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.